Sektor Hunian IKN Butuh Dana Jumbo Rp150 Triliun! Minat?

LiniEkonomi.com - Kebutuhan investasi untuk sektor hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp150 triliun.

Potret Ibukota Nusantara tahun Agustus 2023. [Facebook/Fakhrur Rozi Oji]

LiniEkonomi.com - Sektor hunian menjadi salah satu sektor prioritas dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan bahwa kebutuhan investasi untuk sektor hunian mencapai Rp150 triliun.

Jumlah tersebut hampir separuh dari total investasi Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang tersedia sebesar Rp252 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa pembangunan IKN mengandalkan modalitas non-APBN.

Dari total biaya pembangunan Rp467 triliun, sebesar Rp367 triliun berasal dari non-APBN. Yang mana porsi terbesar berasal dari investasi KPBU sebesar 54% atau Rp252 triliun.

Dari total biaya pembangunan Rp467 triliun, sebesar Rp367 triliun berasal dari non-APBN, dan porsi terbesar dari investasi itu adalah dari KPBU sebesar 54 persen (%) atau sebesar Rp252 triliun," ujar Agung dalam agenda Market Sounding di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga: Dapatkan Bonus Bagi Hasil Hingga 16% di Amartha, Peluang Investasi UMKM

Agung menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur pada sektor hunian menjadi salah satu dari enam sektor prioritas utama OIKN pada pembangunan tahap 1 IKN.

Kebutuhan hunian menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat yang akan tinggal di IKN nantinya, terlebih proses pemindahan tahap awal resmi akan dilakukan mulai 17 Agustus 2024. [*]

Baca Juga

Liniekonomi.com - Simak dalam artikel berikut ini tentang tips serta penjelasan istilah-istilah properti, apalagi bagi masyarakat awam.
Kamus Properti LiniEkonomi: Istilah, Tips, Properti Lengkap
Simak panduan lengkap cara membuka rekening saham dengan mudah untuk memulai investasi saham Anda sebagai investor pemula.
Investor Menangis! 83 Saham Rungkad Jadi Satu Perak
Jababeka Residence luncurkan klaster Ibuki di Paradiso Golf Villas. Gandeng 1.500 agen properti, targetkan penjualan melesat di 2024.
Properti: Bangun Rumah Impian, Lalamove-BJ Home Jawabannya
Menatap target Indonesia maju pada 2045, pakar properti dan perkotaan Soelaeman Soemawinata menyoroti pentingnya mengoptimalkan "economic engine" atau mesin pertumbuhan ekonomi.
Soelaeman Bongkar Rahasia Menuju Indonesia Maju 2045
Properti diprediksi tumbuh di 2024 pascapemilu, didorong antara lain oleh pembangunan IKN dan pergeseran preferensi konsumen akibat gaya hidup baru.
Damai Putra Group Perkuat Kemitraan dengan Agen Properti
LiniEkonomi.com - Sebagai pionir dalam memberikan kemudahan akses perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bank BTN telah sukses menjalankan perannya dengan mengalokasikan pembiayaan perumahan yang signifikan kepada segmen ini.
Syarat Tata Cara Dapatkan Rumah Subsidi Pemerintah 2024