Investor Menangis! 83 Saham Rungkad Jadi Satu Perak

Simak panduan lengkap cara membuka rekening saham dengan mudah untuk memulai investasi saham Anda sebagai investor pemula.

Bursa Saham [Ilustrasi/Canva]

LiniEkonomi.com - Sebanayak 83 saham rungkad pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Selasa (26/3/204).

Para investor menangis melihat level saham mereka jadi uang pecahan. Menghantam psikologi usai badai saham rungkad atau terjungkal pada level bawah Rp 50 per saham.

Kenapa tidak, berdasarkan pantauan BEI, salah satu emiten harganya cuma jadi pecahan ialah PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT).

Harga sahamnya anjlok pada transaksi Selasa 26 Maret 2024 ini, nilainya pun cuma satu perak per saham atau Rp 1/saham.

Sementara saham lainnya juga begitu, bertengger pada harga Rp 2 per saham, satu klik di atas SBAT. Saham tersebut milik PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), walau memang sebelumya pernah rungkad di angka satu perak.

Adapun saham-saham lainnya berada di bawah Rp 50 perak per saham, antara lain PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan PT PP Properti Tbk (PPRO).

Kedua perusahaan yang merupakan kebanggaan BUMN rupanya ikutan menangis pula, nilai sahamnya cuma Rp 41 per saham atau dengan persentase 8,89 persen.

Perdagangan saham hari ini membuat 85 emiten galau. Apalagi levelnya jauh dari angka Rp 50 perak per saham.

Baca Juga: 10 Bank Raksasa Indonesia Catat Aset Rp 8.849,8 Triliun, Bank Mandiri Teratas

Inilah 83 Saham Rungkad Jadi Pecahan

  • Investor Menangis! 83 Saham Rungkad Jadi Uang Pecahan
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar
  • Lampiran Gambar

Rungkadnya 83 saham lantaran aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait Papan Pemantauan Khusus (Watch List) Tahap II.

Papan Pemantauan Khusus (Watch List) Tahap II, BEI terapkan Senin (25/3/2023) kemarin. Efeknya transaksi jual saham pada Watch List terpaksa sistem periodic call auction.

"Itu merupakan salah satu konsekuensi ketika papan pemantauan khusus emiten. Ya, kalau satu emiten masuk ke papan itu selama setahun berturut, sudah barang tentu sahamnya akan kena suspensi bursa," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy.

Baca Juga: Sikat! Harga Emas Antam Merosot Rp 8.000, Berburu Harta Karun!

Kendati demikian, Bursa Efek Indonesi (BEI) tidak serta merta menghentikan transaksi saham mereka yang sudah setahun berada pada Watch List.

Irvan mengatakan, BEI akan melakukan evaluasi atas ekuitas perusahaan negatif. "Terkait dengan suspensi ini memang apabila emiten ekuitas negatif," cakap Irvan menutup. [*]

Baca Juga

Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat peningkatan jumlah pemegang saham pada akhir Maret 2024. Jumlah pemegang saham ITMG bertambah menjadi 49.094 pihak per akhir Maret 2024, naik 1.104 dari posisi akhir Februari 2024.
Saham ITMG Makin Diburu, Jumlah Pemegang Saham Terus Bertambah
Indeks utama bursa saham di Wall Street mencatat rekor tertinggi, sementara saham-saham Asia berfluktuasi pada perdagangan Kamis (28/3/2024). Mari simak perkembangannya.
Saham Asia Berfluktuasi, Indeks Wall Street Cetak Rekor
LiniEkonomi.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir pada perdagangan Rabu (27/3/2024) termasuk GOTO-EXCL
Bursa Lesu! IHSG Tergelincir Termasuk GOTO-EXCL
LiniEkonomi.com - Seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (27/3/2024).
Bursa Lesu! Rekomendasi Saham Pilihan Trading Hari Ini (27/3/2024)
Bursa Efek Indonesia (BEI) bertekad untuk tetap memberlakukan skema perdagangan full call auction atau papan pemantauan khusus guna melindungi kepentingan investor di pasar modal.
Muncul Petisi Hapus Full Call Auction, BEI: Lindungi Investor
LiniEkonomi.com - Jadwal libur perdagangan saham BEI selama Ramadan 2024 dan Idulfitri 1445 H telah diumumkan. Lihat jadwal lengkapnya di LiniEkonomi.com.
Investor Tunggu Sinyal The Fed, Bursa Asia Masih Variatif