Indeks Harga Properti Residensial Tumbuh 1,74 Persen: Mampukah Rakyat Membeli

Aktivitas warga dan anak-anak dilokasi rumah bersubsidi pemerintah yang baru selesai dibangun dan disalurkan oleh Bank BTN di kompleks Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/2/2024). Bank BTN sebagai bank perumahan yang sebagian besar membiayai rumah subsidi, berpeluang besar untuk menggarap pasar potensial properti syariah. Tahun 2023 lalu, KPR Subsidi Bank BTN mengalami kenaikan 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp145,86 triliun. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dari Rp87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp96,17 triliun pada tahun 2023. (Wawan Kurniawan)

Ilustrasi: aktivitas warga dan anak-anak dilokasi rumah bersubsidi pemerintah yang baru selesai dibangun dan disalurkan oleh Bank BTN di kompleks Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/2/2024). [Wawan Kurniawan/LiniEkonomi]

LiniEkonomi.com - Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) untuk kuartal IV-2023. Survei menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal terakhir 2023 tumbuh 1,74% secara tahunan.

Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono mengatakan angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 1,96%. Meski demikian, kenaikan harga properti residensial di pasar primer masih terjadi pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, penjualan properti residensial di pasar primer kuartal IV-2023 juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Tercatat pertumbuhan penjualan mencapai 3,27% secara tahunan, jauh membaik dari kuartal sebelumnya yang justru terkontraksi 6,59%.

Survei BI juga mengungkap sumber pembiayaan dari sisi pengembang maupun konsumen. Dari sisi pengembang, pembiayaan pembangunan properti mayoritas bersumber dari dana internal dengan porsi 72,82%.

Sedangkan pembiayaan utama konsumen untuk membeli rumah adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menyumbang 75,89% dari total pembiayaan.

Baca Juga: Strategi Bank BTN Genjot Penyaluran KPR Subsidi di 2024

Hasil survei tersebut mengindikasikan pasar properti residensial Indonesia (Indeks Harga Properti Residensial) mulai bangkit pada akhir 2023 setelah sebelumnya melambat akibat kenaikan suku bunga acuan BI. Peningkatan harga serta permintaan diharapkan terus berlanjut pada 2024.

INFOGRAFIS SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL

 

INFOGRAFIS SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL DI PASAR PRIMER TRIWULAN IV 2023
Infografis SHPR Tw IV 2023

Informasi lebih lengkap mengenai hasil Survei Harga Properti Residensial Primer dapat dilihat di website Bank Indonesia.

Baca Juga

Liniekonomi.com - Simak dalam artikel berikut ini tentang tips serta penjelasan istilah-istilah properti, apalagi bagi masyarakat awam.
Kamus Properti LiniEkonomi: Istilah, Tips, Properti Lengkap
Jababeka Residence luncurkan klaster Ibuki di Paradiso Golf Villas. Gandeng 1.500 agen properti, targetkan penjualan melesat di 2024.
Properti: Bangun Rumah Impian, Lalamove-BJ Home Jawabannya
Properti diprediksi tumbuh di 2024 pascapemilu, didorong antara lain oleh pembangunan IKN dan pergeseran preferensi konsumen akibat gaya hidup baru.
Damai Putra Group Perkuat Kemitraan dengan Agen Properti
Nilai properti di kawasan Jakarta Selatan maupun Kabupaten Bekasi saat ini merangkak naik.
Syarat Tata Cara Dapatkan Rumah Subsidi Pemerintah 2024
ramadan lebaran tantangan daya beli
Ramadan dan Lebaran 2024: Dilema Daya Beli Masyarakat
Agung Sedayu Group berhasil mencatat transaksi sebesar Rp1,8 triliun dalam pameran ASG EXPO 2024 yang berlangsung di PIK2, Jakarta pada 22 Februari-3 Maret 2024.
ASG EXPO 2024: Agung Sedayu Group Raup Transaksi Rp1,8 Triliun