Dongkrak Penjualan: Jababeka Residence Gandeng 1.500 Agen Properti

Jababeka Residence luncurkan klaster Ibuki di Paradiso Golf Villas. Gandeng 1.500 agen properti, targetkan penjualan melesat di 2024.

Jababeka Residence luncurkan klaster Ibuki di Paradiso Golf Villas. Gandeng 1.500 agen properti, targetkan penjualan melesat di 2024. [Jababeka]

LiniEkonomi.com – Anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA), Jababeka Residence, meluncurkan produk properti baru, yaitu klaster Ibuki yang merupakan bagian dari Paradiso Golf Villas.

Untuk mendongkrak penjualan produk baru tersebut, Jababeka Residence menggandeng 1.500 agen properti dari lebih 200 nama kantor agen kawakan.

Managing Director Developer Kota Jababeka Marcus Lee mengatakan, Paradiso Golf Villas merupakan proyek kolaborasi Jababeka Residence bersama Keihan Group. Yang merupakan pengembang real estat dan perusahaan jaringan kereta api Kyoto – Osaka, Jepang.

Untuk memperkenalkan produk tersebut kepada pasar, pihaknya menghadirkan 1.500 agen properti terbaik.

"1.500 agen properti tersebut kami pilih secara khusus untuk bergabung dan bekerja sama dengan Jababeka Residence dalam mencapai target perusahaan di tahun ini," ungkap Markus dalam keterangan pers, Kamis (22/2/2024).

Senior General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Ferry Thahir menambahkan, pasca menggandeng 1.500 agen properti, Jababeka Residence semakin optimistis terhadap akselerasi penjualan seluruh produk hunian.

Pasalnya, lanjut dia, para agen yang hadir dan telah bekerjasama dengan Jababeka Residence bukan sekedar menjadi tenaga penjual saja, tetapi mereka adalah "superhero" yang memiliki kemampuan super sehingga dapat mendukung perjalanan Jababeka Residence dan menjadi bagian sejarah dan perkembangan Jababeka selama ini.

Penjualan Capai 5-10% per Tahun

"Sebagaimana diketahui, Jababeka secara keseluruhan menoreh penjualan signifikan di 2023, dengan merealisasikan revenue sebesar Rp 2,21 triliun di bidang real estate. Perolehan ini bahkan melebihi target perusahaan. Kami percaya diri di tahun ini target bisa diraih lebih tinggi lagi," papar Ferry.

Ferry mengatakan, produk properti yang ada di Kota Jababeka mampu mencatat capital gain atau kenaikan harga sekitar 5-10% per tahun. Hal tersebut mengingat lokasi yang strategis dengan potensi perkembangan yang masih terus berlanjut dan sangat menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Superhero Comin to the City: Jababeka Residence Gandeng Mitsui-Keihan Group

"Karena itu peluncuran klaster ini menjadi momentum yang tepat, baik bagi agen properti maupun end user dan investor untuk segera take action dan mengambil manfaat serta keuntungan dengan punya aset properti di Jababeka," tukas Ferry. [*]

Sumber Artikel : LiniEkonomi

Baca Juga

Liniekonomi.com - Simak dalam artikel berikut ini tentang tips serta penjelasan istilah-istilah properti, apalagi bagi masyarakat awam.
Kamus Properti LiniEkonomi: Istilah, Tips, Properti Lengkap
Jababeka Residence luncurkan klaster Ibuki di Paradiso Golf Villas. Gandeng 1.500 agen properti, targetkan penjualan melesat di 2024.
Properti: Bangun Rumah Impian, Lalamove-BJ Home Jawabannya
Menatap target Indonesia maju pada 2045, pakar properti dan perkotaan Soelaeman Soemawinata menyoroti pentingnya mengoptimalkan "economic engine" atau mesin pertumbuhan ekonomi.
Soelaeman Bongkar Rahasia Menuju Indonesia Maju 2045
Properti diprediksi tumbuh di 2024 pascapemilu, didorong antara lain oleh pembangunan IKN dan pergeseran preferensi konsumen akibat gaya hidup baru.
Damai Putra Group Perkuat Kemitraan dengan Agen Properti
LiniEkonomi.com - Sebagai pionir dalam memberikan kemudahan akses perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bank BTN telah sukses menjalankan perannya dengan mengalokasikan pembiayaan perumahan yang signifikan kepada segmen ini.
Syarat Tata Cara Dapatkan Rumah Subsidi Pemerintah 2024
Agung Sedayu Group berhasil mencatat transaksi sebesar Rp1,8 triliun dalam pameran ASG EXPO 2024 yang berlangsung di PIK2, Jakarta pada 22 Februari-3 Maret 2024.
ASG EXPO 2024: Agung Sedayu Group Raup Transaksi Rp1,8 Triliun