Bursa Asia Menghijau Ikuti Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Indeks Kospi Korsel bertengger di 2.664,27 pada Kamis (22/2/2024), naik 0,41% dipicu saham teknologi pascalebih Nvidia AS. Emiten teknologi & otomotif Korsel menggeliat.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea naik pada Kamis (7/3/2024) di tengah kekhawatiran perang. [Ist/pasardana]

LiniEkonomi.com, Jakarta - Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada hari Selasa (9/7/2024), mengikuti tren positif di Wall Street. Indeks acuan di berbagai negara Asia mengalami kenaikan, dengan beberapa mencapai level tertinggi baru.

Kenaikan di Asia Pasifik

  • Nikkei 225 Jepang: Naik 0,42% pada jam pertama perdagangan.
  • Topix: Naik tipis 0,16%.
  • Kospi Korea Selatan: Naik 0,55%.
  • S&P/ASX 200 Australia: Bertambah 0,22%.
  • Indeks Furures Hang Seng Hong Kong: Berada di 17.534, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 17.524,06.

Faktor Pendorong Kenaikan

  • Kenaikan di Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi semalam.
  • Rilis laba positif: Laba dari beberapa raksasa keuangan utama dan perusahaan konsumen di AS menunjukkan kinerja yang baik.
  • Data ekonomi: Investor menantikan rilis data sentimen konsumen dan kepercayaan bisnis Australia hari ini, serta indeks harga konsumen AS pada hari Kamis (11/7/2024) dan data inflasi China pada hari Rabu (10/7/2024).

Pergerakan Penting

  • Samsung Electronics: Saham raksasa teknologi Korea Selatan ini naik 0,23%, meskipun serikat pekerja terbesar perusahaan tersebut melanjutkan aksi mogok tiga hari mereka.
  • Pedagang di Asia: Menunggu data sentimen konsumen dan kepercayaan bisnis Australia yang akan dirilis hari ini.

Baca Juga: Tiga Emiten Baru Meriahkan Bursa Efek Indonesia, Termasuk Tommy Soeharto

Bursa Asia-Pasifik bergerak positif pada hari Selasa, mengikuti kenaikan di Wall Street. Investor menanti rilis data ekonomi penting di akhir pekan ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang prospek ekonomi global. [*]

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber Artikel : Kontan

Baca Juga

RBC Capital Markets menurunkan peringkat Legal & General dari "outperform" menjadi "sector perform" karena pasar transfer risiko pensiun yang mulai kehilangan daya tarik.
RBC Turunkan Peringkat Legal & General (L&G), Pasar Tak Semerekah Dulu
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
Saham Eropa melemah di tengah sentimen negatif, sementara Wall Street mencatat rekor baru. Simak dinamika pasar global terkini dan dampaknya terhadap berbagai sektor industri.
Saham Eropa Melemah, Wall Street Positif: Dinamika Pasar Global
Regulator Tiongkok memperketat short-selling dan perdagangan algoritmik dalam upaya menyelamatkan pasar saham yang lesu
Selamatkan Pasar Saham: Tiongkok Perketat Short-Selling dan Algoritma
LiniEkonomi.com - Pada peringatan ulang tahun ke-46 Pasar Modal Indonesia, Pasar obligasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan
Pasar Saham AS Menghijau, Saham Lexeo Therapeutics Anjlok 24 Persen
LiniEkonomi.com - Mayoritas bursa saham Asia menguat kuat pada penutupan perdagangan Jumat (26/04/2024) sore ini.
Bursa Asia Pasifik Berjalan Campur Adu, Pengaruh Komentar Powell dan Data Inflasi