LiniEkonomi.com - Harga saham PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam terkerek naik pada perdagangan sesi I. Kenaikan ini atas dorongan peningkatan penjualan emas dan nikel pada kuartal II-2024.
Namun, sejumlah tantangan juga mengintai kinerja emiten pertambangan ini. Berdasarkan data perdagangan, saham ANTM ditutup pada level Rp 1.385 per saham, menandai kenaikan sebesar 6,13 persen bila membandingkan sesi sebelumnya.
Lonjakan volume perdagangan juga tercatat mencapai 177,04 juta saham, menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham emiten pertambangan ini.
Kinerja Kuartal II-2024 Mengkilap
Kenaikan harga saham ANTM atas kinerja keuangan perusahaan yang solid pada kuartal II-2024.
Pertumbuhan laba berhasil mereka bukukan berkat peningkatan volume penjualan emas dan nikel.
Analis mencatat bahwa penjualan emas mengalami kenaikan sebesar 24,6% secara kuartalan, sementara penjualan nikel melonjak hingga 136 persen (%).
Selain itu, kenaikan harga jual rata-rata (ASP) untuk kedua komoditas tersebut juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Antam.
Kenaikan ASP emas sebesar 16% dan nikel sebesar 7,2 persen secara kuartalan berhasil mendongkrak pendapatan perusahaan.
Tantangan
Meskipun kinerja keuangan Antam pada kuartal II-2024 terbilang positif, sejumlah tantangan tetap mengintai perusahaan.
Salah satu tantangan utama adalah penurunan margin EBITDA yang mencapai 880 basis poin secara tahunan.
Penurunan ini lantaran beberapa faktor, di antaranya penurunan penjualan bijih nikel dan penurunan ASP nikel secara tahunan.
Selain itu, larangan ekspor bauksit dan kenaikan provisi juga memberikan tekanan terhadap profitabilitas Antam.
Karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan menjaga kinerja keuangan tetap solid di masa mendatang.
Proyek Strategis
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang, Antam tengah menggarap sejumlah proyek strategis.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan smelter RKEF NPI, proyek HPAL, dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).
Proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat posisi kompetitif Antam di pasar global.
Baca Juga: Lini Ekonomi RI di Era Politik Tumbuh 5 Persen, Tantangan Depan Mata
Menarik: Ini Keuntungan Indonesia Kontrol Tambang Nikel Raksasa Vale
Baca Juga: Mau Cuan, 3 Rekomendasi Saham Menarik Hari Ini: RAJA, ANTM, WEHA
Meskipun prospek jangka panjang Antam terbilang cerah, sejumlah analis tetap mengingatkan akan potensi risiko yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Perlambatan ekonomi global, kelebihan pasokan nikel, dan potensi koreksi harga emas merupakan beberapa faktor yang perlu diwaspadai.
Menimbang berbagai faktor tersebut, sejumlah analis merekomendasikan untuk menahan (hold) saham ANTM.
Target harga saham ANTM juga dipatok pada level Rp 1.400. [*]