Pertumbuhan Ekonomi Thailand Melambat Jauh 1,9 Persen, Demo Ngak Ngaruh

Pertumbuhan Ekonomi Thailand Melambat Jauh di Bawah Target, Hanya 1,9 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Thailand Melambat Jauh di Bawah Target, Hanya 1,9 Persen [Canva]

LiniEkonomi.com - Pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2023 hanya mencapai 1,9 persen, melambat tajam dari target awal yang pemerintah tetapkan sebesar 2,5 persen.

Kondisi ini bahkan mengancam prospek pemulihan ekonomi Negeri Gajah Putih tersebut di tahun 2024 mendatang.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Thailand, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2022 yang rilisan, Senin (19/2/2024) mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,7 persen. Angka tersebut memang lebih tinggi berbanding kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 1,5 persen.

Namun capaian itu jauh di bawah perkiraan pemerintah dan para analis. Yang memproyeksikan pertumbuhan PDB Thailand pada kuartal IV-2022 bakal mencapai 2,6 persen.

Kutip dari laman resmi Bank of Thailand (BoT), lambatnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut mempengaruhi pelemahan di sejumlah sektor utama, seperti industri manufaktur dan belanja pemerintah.

Meski sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga berkontribusi cukup besar terhadap PDB. Lambatnya aktivitas di dua sektor vital lain justru menekan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Kondisi tersebut turut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan yang akan BoT tetapkan pada rapat dewan gubernur 10 April mendatang.

Saat ini, suku bunga acuan BoT berada di level tertinggi dalam satu dekade terakhir yaitu 2,5 persen. Sebelumnya bank sentral sempat menahannya untuk meredam tekanan inflasi akibat gejolak ekonomi global.

Permintaan penurunan suku bunga acuan terus dilakukan Perdana Menteri Srettha Thavisin. Pemerintah menilai tingginya bunga acuan berdampak buruk bagi pelaku konsumen dan industri di Thailand.

Secara total, pertumbuhan PDB Thailand pada 2022 tercatat sebesar 1,4 persen, melambat dari capaian pada 2021 yang mencapai 1,5 persen.

Sedangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 sendiri hanya berkisar 2,2 hingga 3,2 persen.

Baca Juga: Stagnan, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Hingga Kuartal II

Tetap Tumbuh Walau Demonstrasi

Target tersebut lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 yang sempat pemerintah patok pada kisaran 2,7 hingga 3,7 persen.

Adapun Badan Perencanaan Thailand memperkirakan perekonomian negara itu tidak akan mengalami kontraksi pada kuartal I-2024 jika kinerja ekspor kembali membaik.

Berdasarkan catatan LiniEkonomicom, pergerakan ekonomi Thailand di tahun 2014 ternyata masih stabil tumbuh pada angka 0,8 persen, walau saat itu terjadi demonstrasi.

Selanjutnya: IHSG Menguat Tipis 0,30 Persen Sepekan, Saham Incaran Investor Asing

Bahkan pada tahun berikutnya atau di 2015 tumbuh subur pada angka 2,4 persen.

Walau di tahun 2014 kalau membandingkan data saat ini, ada perbedaan. Sebab pada beberap tahun ini Thailand dalam gejolak politik, akan tetapi tidak membuat negara tersebut tumbang. [*]

Baca Juga

Benua Afrika dan Amerika Latin Jalur Suplai Minyak Mentah Indonesia
Benua Afrika dan Amerika Latin Jalur Suplai Minyak Mentah Indonesia
Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Dukungan BNPB Kurangi Dampak
Erupsi Gunungapi Ruang Meluas, Dukungan BNPB Kurangi Dampak
LiniEkonomi.com - Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 66 tidak lama lagi akan tutup. Informasi tersebut tertuang pada laman Instagram, lansiran Sabtu (20/04/2024).
Kartu Prakerja Gelombang 66 Tutup Senin Depan, Lengkapi Syarat Berikut
Harga emas meroket walau dalam perang Iran-Israel sedang berlangsung, sejak serangan Israel, Jumat (19/04/2024) sebagai balasan atas Iran.
Konflik Iran-Israel: Harga Emas Meroket dan Minyak 'Menembus Langit'
Erupsi Gunung Ruang, Indonesia AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kinabalu
Erupsi Gunung Ruang, Indonesia AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kinabalu-Malaysia
Lewat Tol, Astra Infra Beri Diskon Tarif Jumat (19 April 2024)
Lewat Tol, Astra Infra Beri Diskon Tarif Jumat (19 April 2024)