Keras! Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Selamatkan 2,23 Triliun Dana Nasabah

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berhasil menyelematkan 2,23 triliun rupiah dana nasabah. Hal itu kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya.

LPS menyiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi PT BPR Bali Artha Anugrah, Denpasar, Provinsi Bali setelah izin BPR tersebut dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak tanggal sejak tanggal 4 April 2024.

LiniEkonomi.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berhasil menyelematkan 2,23 triliun rupiah dana nasabah. Hal itu kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (8/4/2024).

Penyelamatan dana nasabah senilai Rp 2,23 triliun tersebut terhitung 2005 hingga saat ini. Dana sebesar itu merupakan dana simpanan nasabah dari sejumlah bank bangkrut, usai OJK mencabut izin usaha (PIU).

Maka, para nasabah yang telah melakukan transaksi dan atau melakukan penyimpanan di bank bangkrut bisa mengambil klaim pembayaran.

Oleh karena itu kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, para nasabah pada tiap-tiap bank yang telah dicabut izinnya, tidak perlu khawatir.

"LPS akan membayarkan klaim simpanan nasabah di tiap bank yang sudah bangkrut. Dana itu kami rasa lebih dari cukup dari situasi saat ini," ungkapnya.

Berdasarkan orang dalam Lembaga Penjamin Simpanan, bakal ada 12 bank lagi yang bakal bangkrut tahun ini. Adapun penyelamatan dana dari belasan bank itu tidak lebih dari 1 triliun rupiah.

Baca Juga: 9 Bank Bangkrut di Awal 2024 Bikin Nasabah Galau, Ini Kata LPS

Walau LPS mampu membayarkan klaim simpanan nasabah, akan tetapi tidak semua dapat terjamin. Biasanya itu terjadi lantaran data nasabah tidak tercatat pada bank yang telah bangkrut.

Kemudian, bermasalah pada kredit macet termasuk bunga tinggi, yang memang tidak masuk kategori ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan.

"Pastikan simpanan tidak melebihi daru batas maksimal sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank," sela Sekretaris LPS Dimas Yuliharto, Senin (8/4/2024).

Baca Juga: Asing Borong Saham Perbankan Rp1,41 Triliun, IHSG 0,77 Persen

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pencabutan izin usaha (PIU) terhadap sembilan bank di awal tahun 2024.

Sebanyak dua bank bangkrut mendapat pencabutan awal April 2024, antara lain PT BPR Bali Artha Anugrah dan PT BPR Sembilan Mutiara.

Dua bank tersebut telah menambah deretan pencabutan izin usaha. Sehingga terdapat sembilan (9) bank yang bangkrut di Indonesia mengawali 2024 ini.

Adapun Lembaga Penjamin Simpanan menjamin klaim penjaminan simpanan nasabah, atau yang telah menabung pada dua bank tersebut. [*]

Baca Juga

LiniEkonomi.com - Belum lama ini, OJK mengaku telah memblokir 5 ribu rekening kegiatan judi online.
OJK Blokir 5 Ribu Rekening Judi Online dan Bentuk Satgas (Taks Force)
LiniEkonomi.com - OJK (Otoritas Jasa Keuangan) jangkau lebih dari tiga juta orang, saat kampanye Keuangan Syariah, dua hari lalu.
OJK Kampanye Keuangan Syariah, Disambut Pantun Netizen
LiniEkonomi.com - Belum lama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) Nomor 4 Tahun 2024.
Ubah Kepemilikan Saham, OJK Terbitkan PJOK 2024 Terbaru: Apa Fungsi dan Tujuan?
Sebanyak 9 bank bangkrut di awal 2024, hingga perbankan tersebut menerima sanksi. Awal April 2024 terdapat dua bank alami pencabutan izin usaha
9 Bank Bangkrut di Awal 2024 Bikin Nasabah Galau, Ini Kata LPS
OJK resmi membuka rekrutmen Program Pendidikan Calon Staf (PCS) periode 2024. Berikut disampaikan jadwal dan tahapan seleksi PCS 7 yang akan berlangsung mulai Maret hingga Mei mendatang.
OJK Umumkan Jadwal Rekrutmen Calon Staf Periode 2024
OJK Papua mengedukasi 120 penyandang disabilitas terkait inklusi keuangan pada Rabu (22/2). Mereka diberi pemahaman soal produk dan layanan perbankan.
Uji Pengetahuanmu tentang OJK: Kuis dan Jawaban