Tui Pindahkan Pencatatan Sahamnya dari London ke Frankfurt

Tour operator raksasa Tui Group resmi pindahkan pencatatan sahamnya dari Bursa Efek London ke Frankfurt setelah disetujui 98,3% pemegang saham. Langkah stratejik ini dipercaya akan menyederhanakan struktur organisasi dan manajemen likuiditas perusahaan.

Tui group bus [tui group]

LiniEkonomi.com - Tour operator Tui Group memutuskan untuk memindahkan pencatatan sahamnya ke Frankfurt. Salah satu caranya dengan menghentikan pencatatan pada Bursa Efek London (LSE).

Langkah ini mereka ambil setelah memperoleh persetujuan mayoritas pemegang saham, atau setidaknya 75 persen suara.

Dalam keterbukaan informasinya, perusahaan yang berbasis di Hanover tersebut mengatakan 98,3 persen pemegang saham mendukung rencana delisting dari LSE ke Mdax, salah satu indeks pada Bursa Efek Frankfurt.

Chief Finance Officer Tui, Mathias Kiep, mengatakan langkah ini akan menyederhanakan struktur organisasi dan likuiditas saham akan lebih terpusat di satu bursa.

Ia juga menyebut, mayoritas perdagangan saham Tui memang sudah beralih ke Jerman beberapa tahun belakangan.

Penghentian sementara pencatatan Tui di London rencananya akan efektif pada 24 Juni 2024. Setelah itu, Tui berniat agar sahamnya bisa masuk dalam indeks DAX di Bursa Efek Frankfurt.

CEO Tui Group Sebastian Ebel optimistis langkah ini akan makin memperkuat posisi perseroan di industri pariwisata Eropa.

Ia menargetkan pendapatan naik 10 persen dan laba operasi melonjak 25 persen pada tahun berjalan.

Baca Juga: Alfatech Indonesia Pasarkan Produk Terbaru dari EcoFlow

Kinerja Bisnis Membaik

Laporan keuangan teranyar Tui menunjukkan adanya perbaikan kinerja di tengah pulihnya industri pariwisata Eropa pascapandemi COVID-19.

Pada kuartal pertama tahun fiskal 2023 (Oktober-Desember 2022), kerugian sebelum pajak berkurang menjadi 103,1 juta Euro dari sebelumnya 272,6 juta Euro.

Sementara pendapatan melompat 14,7 persen menjadi 4,3 miliar Euro. Karena lonjakan jumlah wisatawan yang memakai jasanya.

Total wisatawan mencapai 3,5 juta pada kuartal terakhir 2022 atau naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Harga jual rata-rata produk liburan Tui juga tercatat tinggi, yang menunjukkan permintaan wisata yang kuat di Eropa. Perusahaan juga siap mengalihkan kapasitas penerbangan dan hotel dari Timur Tengah ke Eropa Barat jika terjadi eskalasi geopolitik yang mempengaruhi sektor pariwisata.

Itulah alasan keuangan dan bisnis di balik keputusan Tui untuk fokus mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jerman, Frankfurt.

Rencana operator paket liburan memindahan pencatatan sahamnya sebenarnya sudah mulai bergejolak pada awal Desember 2023, kutip laporan The Guardian.

Bukan saja Tui, tapi sejumlah perusahaan di Inggris juga melakukan delisting ke beberapa negara, salah satunya New York.

Jadi, rencana Tui pindahkan pencatatan sahamnya dari London ke Frankfurt memukul London secara kasar, secara tidak langsung memberi gambaran bahwa London tak cocok lagi sebagai pusat keuangan dunia.

Selanjutnya: Pendapatan WOM Finance Melonjak, Tembus Rp236,40 Miliar

Keputusan operator paket liburan memindahkan pencatatannya ke Frankfurt tentu jadi tanda tanya, sebab sejak bisnis Tui merger antara Inggris dan Jerman 2014, ternyata pendapatan operator perjalanan itu tumbuh empat tahun terakhir.

Nah, tiba-tiba pindah ke Frankfurt, dan bakal merapat ke Mdax. Sementara Mdax sendiri secara indeks pasar modal posisinya di bawah indeks bursa Dax, andalan Jerman.

Para dewan komisaris Tui pun menjawab pada Desember itu, akan melakukan pemindahan dengan melakukan pemungutan suara saat RUPS Februari 2024, kalau memang memenuhi 75 persen suara pendukung pindah ke Frankfurt. [*]

Baca Juga

LiniEkonomi.com - Jadwal libur perdagangan saham BEI selama Ramadan 2024 dan Idulfitri 1445 H telah diumumkan. Lihat jadwal lengkapnya di LiniEkonomi.com.
Investor Tunggu Sinyal The Fed, Bursa Asia Masih Variatif
Mengungkap sejarah bursa dan asal-usul istilah 'bursa' yang berakar dari nama keluarga Van der Burse di Bruges, Belgia pada abad ke-15. [AI/LiniEkonomi]
Menelusuri Asal-Usul Istilah 'Bursa' dan Awal Mula 'Sekuritas'
Harga XRP melonjak usai Ripple meraih kemenangan atas SEC. Analis memprediksi potensi kenaikan lebih lanjut di tengah sentimen positif pasar crypto.
XRP Tancap Gas, Harga Meroket 11,5% dalam 24 Jam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (8/3/2024) dengan peluang menguji level resistance di 7.403, setelah menguat 0,6% pada Kamis kemarin.
IHSG Berpeluang Kuat ke Level 7.403, Ini Rekomendasi Saham
Bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman lima tahun sebagai upaya menghidupkan kembali sektor properti
Ngeri! Pertumbuhan PDB China di 2024 Jadi Sorotan Asia-Pasifik
Indeks Kospi di Bursa Efek Korea naik pada Kamis (7/3/2024) di tengah kekhawatiran perang dan ketidakpastian ekonomi global.
Indeks Kospi Naik di Tengah Sentimen Perang dan Ekonomi