The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi Angin Segar Buat Indonesia

LiniEkonomi.com - Indeks-indeks utama Wall Street melonjak pada perdagangan Jumat (26/4/2024) kemarin. Pemangkasan Suku Bunga

Rencana The Fed pangkas suku bunga pada 2024 diproyeksi bakal memicu angin segar di bursa saham Indonesia. [Canva]

LiniEkonomi.com - Rencana bank sentral Amerika Serikat atau The Fed memangkas suku bunga acuannya pada tahun 2024 turut menjadi angin segar bagi bursa saham Indonesia.

Prediksi tren suku bunga tinggi akan berakhir dan memberi katalis positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai volatilitas di bursa domestik yang terjadi belakangan ini lantaran aliran modal keluar asing atau capital outflow. Hal tersebut sangat wajar terjadi di tengah kondisi global saat ini.

Namun, bila melihat kinerja IHSG sejak awal tahun 2024, IHSG tercatat naik tipis 0,33% oleh dorongan aksi beli investor asing senilai Rp22 triliun.

Menurut Andry, tren penurunan yang terjadi di pasar saham Indonesia justru menjadi momentum yang tepat bagi investor domestik maupun asing. Untuk menambah kepemilikan saham dengan harga yang relatif murah atau dikenal dengan istilah averaging down.

“Saham-saham unggulan sudah menguat tajam sepanjang tahun 2023 meski The Fed belum memangkas suku bunga acuannya. Apabila nanti The Fed benar-benar memangkas suku bunga, saham-saham unggulan berpeluang kembali menguat,” ujar Andry.

Andry menilai tahun 2024 merupakan momen yang tepat bagi investor untuk kembali mengamati pergerakan pasar saham dan obligasi Indonesia, seiring rencana The Fed memangkas suku bunga acuannya.

Investor Perlu Bertindak Cepat

Menurutnya, investor perlu untuk segera bertindak dan tidak menunggu pengumuman resmi dari The Fed agar tidak ketinggalan momentum.

Sebab apabila The Fed telah secara resmi memangkas suku bunga. Investor akan berbondong-bondong memborong saham sehingga berpotensi memicu lonjakan harga saham yang signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Stagnan, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Hingga Kuartal II

“Selama The Fed akan memangkas suku bunga pada akhir tahun 2024, pasar modal Indonesia kemungkinan besar akan menguat pada paruh kedua tahun ini. Apalagi pada tahun 2025, suku bunga bakal kembali dipangkas oleh The Fed," jelas Andry.

Sementara itu, Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Silva Halim memproyeksikan IHSG akan bertumbuh positif pada tahun 2024.

Hal ini karena valuasi pasar saham Indonesia yang masih menarik dengan prospek pertumbuhan keuntungan emiten yang membaik.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Thailand Melambat Jauh di 1,9 Persen

"Selain itu, pertumbuhan IHSG tahun ini mendapatkan dukungan dari momentum pasca Pemilu 2024 di Indonesia. Kami optimistis terhadap outlook pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global," papar Silva. [*]

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber Artikel : katadata

Baca Juga

RBC Capital Markets menurunkan peringkat Legal & General dari "outperform" menjadi "sector perform" karena pasar transfer risiko pensiun yang mulai kehilangan daya tarik.
RBC Turunkan Peringkat Legal & General (L&G), Pasar Tak Semerekah Dulu
Pertamina menargetkan Kilang Balikpapan beroperasi 2025 dan hasilkan 360 ribu barel minyak per hari. [Canva/LiniEkonomi]
Harga Minyak Dunia Tertekan Efek Ekonomi Tiongkok
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
Saham Eropa melemah di tengah sentimen negatif, sementara Wall Street mencatat rekor baru. Simak dinamika pasar global terkini dan dampaknya terhadap berbagai sektor industri.
Saham Eropa Melemah, Wall Street Positif: Dinamika Pasar Global
LiniEkonomi.com - Pada peringatan ulang tahun ke-46 Pasar Modal Indonesia, Pasar obligasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan
Pasar Saham AS Menghijau, Saham Lexeo Therapeutics Anjlok 24 Persen
Resorts Milik Putra Bungsu Soeharto Bidik IPO, Cuan Rp 390 Miliar
Resorts Milik Putra Bungsu Soeharto Bidik IPO, Cuan Rp 390 Miliar