Pengertian Short Selling Lengkap Fungsi, Risiko dan Cara Kerja Keuntungan

Linikonomi.com - Baru-baru ini viral istilah Short Selling, apalagi istilah tersebut dalam kajian MUI haram. Simak dalam artikel lini ekonomi berikut tentang pengertian apa itu short selling.

Pengertian Short Selling Lengkap Fungsi, Risiko dan Cara Kerja Keuntungan [Canva]

Linikonomi.com - Baru-baru ini viral istilah Short Selling, apalagi istilah tersebut dalam kajian MUI haram. Simak dalam artikel lini ekonomi berikut tentang pengertian apa itu short selling.

Berdasarkan jurnal investasi, bahwa short selling, atau jual kosong, merupakan strategi investasi kontroversial yang memungkinkan trader meraup keuntungan dari penurunan harga saham.

Berbeda dengan pendekatan "beli murah, jual mahal" yang konvensional, short selling justru membalik urutan transaksi: jual dulu, beli kemudian.

Bagaimana Short Selling Bekerja?

Linikonomi.com - Baru-baru ini viral istilah Short Selling, apalagi istilah tersebut dalam kajian MUI haram. Simak dalam artikel lini ekonomi berikut tentang pengertian apa itu short selling.
Risiko Dibalik Potensi Keuntungan Short Selling [Canva]

Dalam praktiknya, trader meminjam saham dari broker, menjualnya di pasar, lalu berharap harganya turun.

Jika prediksi tepat, trader akan membeli kembali saham tersebut dengan harga lebih rendah, mengembalikannya ke broker, dan mengantongi selisih harga sebagai keuntungan.

Fungsi Short Selling Pasar Modal

Short selling bukan sekadar alat spekulasi. Strategi ini memiliki beberapa fungsi penting:

  1. Peningkatan Likuiditas: Short selling menambah volume perdagangan, membuat pasar lebih likuid dan efisien.
  2. Penentuan Harga: Membantu menciptakan keseimbangan harga dengan memungkinkan ekspresi pandangan negatif terhadap suatu saham.
  3. Deteksi Fraud: Short seller sering menjadi garda terdepan dalam mengungkap kecurangan perusahaan.
  4. Manajemen Risiko: Investor dapat menggunakan short selling untuk melindungi portofolio mereka dari potensi penurunan pasar.

Baca Juga: Bocor! Saham Konglomerat Kena Borong Asing

Risiko Dibalik Potensi Keuntungan

Short selling kerap memicu perdebatan [Canva]
Short selling kerap memicu perdebatan [Canva]

Meski menjanjikan, short selling mengandung risiko signifikan:

  1. Kerugian Tak Terbatas: Berbeda dengan pembelian saham biasa di mana kerugian maksimal adalah 100 persen, potensi kerugian short selling tak terbatas jika harga saham terus naik.
  2. Short Squeeze: Fenomena di mana harga saham yang di-short justru melonjak, memaksa short seller membeli kembali saham dengan harga lebih tinggi untuk menutup posisi mereka.
  3. Biaya Pinjaman: Meminjam saham dari broker tidak gratis. Biaya ini bisa mengurangi atau bahkan menghapus keuntungan.
  4. Risiko Regulasi: Otoritas keuangan sering memperketat aturan short selling, terutama saat krisis, yang bisa mempengaruhi strategi trading.
  5. Risiko Recall: Pemilik saham bisa meminta kembali sahamnya kapan saja, memaksa short seller menutup posisi meski belum menguntungkan.

Baca Juga: Peluang Investasi Menggiurkan, Cek Pilihan Harga Emas Terkini Jumat (26/4/2024)

Kontroversi dan Perdebatan

Short selling kerap memicu perdebatan. Pendukungnya menyebut praktik ini sebagai mekanisme penting untuk efisiensi pasar dan penemuan harga.

Kritikus menganggapnya sebagai praktik manipulatif yang bisa memperparah penurunan pasar, seperti kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini.

Beberapa negara bahkan pernah melarang atau membatasi short selling selama krisis keuangan.

Namun, studi menunjukkan bahwa pembatasan ini justru bisa mengurangi likuiditas dan efisiensi pasar.

Short selling adalah strategi kompleks yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang pasar dan manajemen risiko yang ketat.

Meski berpotensi menghasilkan keuntungan besar, risikonya juga signifikan. Bagi investor individu, penting untuk memahami mekanisme dan risiko short selling sebelum terjun menggunakannya.

Regulasi yang tepat dan transparansi menjadi kunci untuk memastikan short selling tetap menjadi alat yang bermanfaat bagi pasar modal, bukan sumber instabilitas.

Dengan pemahaman yang baik dan penerapan yang bijaksana, short selling bisa menjadi komponen penting dalam strategi investasi yang komprehensif.

(Artikel ini berdasarkan pada sintesis informasi dari berbagai jurnal akademik dan publikasi resmi tentang short selling).

Baca Juga: Langkah Penting Capital A dan AirAsia: Buka Awal Era Baru, Peluang Investasi

Sekait dengan mekanisme short selling di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan tanggapan apa-apa terhadap 10 bursa yang menginginkan short selling.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif, Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi tidak memberikan jawaban secara spesifik.

"Nanti dulu ya, saya pusing,” jelasnya usai dari ruangan Komisi XI DPR RI, Rabu (25/6/2024). [*]

Baca Juga

RBC Capital Markets menurunkan peringkat Legal & General dari "outperform" menjadi "sector perform" karena pasar transfer risiko pensiun yang mulai kehilangan daya tarik.
RBC Turunkan Peringkat Legal & General (L&G), Pasar Tak Semerekah Dulu
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
Telkomsel, raksasa telekomunikasi digital Indonesia, melalui Telkomsel Ventures menyuntik modal dana startup AI data-sentris, Tictag.
Telkomsel Ventures Suntik Modal Startup AI Tictag, Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Indonesia dan Asia
Regulator Tiongkok memperketat short-selling dan perdagangan algoritmik dalam upaya menyelamatkan pasar saham yang lesu
Selamatkan Pasar Saham: Tiongkok Perketat Short-Selling dan Algoritma
LiniEkonomi.com - Pada peringatan ulang tahun ke-46 Pasar Modal Indonesia, Pasar obligasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan
Pasar Saham AS Menghijau, Saham Lexeo Therapeutics Anjlok 24 Persen
Hidrogen biru dan hijau menawarkan solusi untuk energi bersih di masa depan
Hidrogen Biru dan Hijau: Solusi Masa Depan untuk Energi Bersih?