Harga Minyak Naik, Emas Stabil Bikin Investor Jantungan, Why?

Pertamina menargetkan Kilang Balikpapan beroperasi 2025 dan hasilkan 360 ribu barel minyak per hari. [Canva/LiniEkonomi]

Ilustrasi kilang minyak [Canva/LiniEkonomi]

LiniEkonomi.com - Bursa saham Asia bergerak seragam walau nilainya variatif. Sementara harga minyak menguat, namun harga emas stabil. Investor pun menanti rilis inflasi PCE AS, sebelum libur nasional minggu depan.

Sejauh ini pasar Asia membukukan pergerakan beragam pada perdagangan hari ini, Senin (25/3/2024). Beberapa indeks bergerak naik, sementara lainnya melemah tipis.

Intervensi pasar valuta asing Jepang membuat yen stagnan sementara saja. Belum lagi data terbaru, kalau harga minyak naik lantaran khawatir jika pasokan dunia menurun.

Apalagi saat ini perseteruan di Timur Tengah termasuk Rusia-Ukraina semakin genting. Sampai-sampai Jumat lalu, para investor selalu mengawasi harga terbaru atas konsumsi pribadi (PCE) AS.

Belum lagi pengawasan saham jelang Hari Paskah, pasar akan terus bergejolak dan ini akan terlihat seminggu kedepan.

Berangkat ke London, berdasar pantauan pada bursa saham, terpantau perdagangan di pasar Inggris bakal terhenti pada 29 Maret 2024. Apalagi situasi menyambut Jumat Agung dan 1 April 2024 (pasca Paskah)

Presiden AS Biden Setujui Rencana Belanja

Baca Juga: Harga Emas Batangan Pegadaian Stabil Walau Lemah per Gram

Pada akhir pekan, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang belanja 1,2 triliun USD, memastikan pemerintah AS tetap mendapat pendanaan fiskal untuk tahun ini.

Biden menegaskan ini bertujuan untuk investasi terhadap warga Amerika Serikat sekaligus memperkuat ekonomi dan keamanan nasional mereka. Presiden dari Partai Demokrat ini mendesak Kongres untuk melanjutkan legislasi lain yang saat ini tertahan dalam proses legislatif.

Anggota Dewan BOJ Optimistis

Risalah rapat Bank of Japan (BOJ) pada Januari silam mengungkapkan, kalau pencapaian inflasi berkelanjutan sebesar 2 persen masih lebih terjangkau.

Masato Kanda, wakil menteri keuangan Jepang untuk urusan internasional, memberi peringatan, Senin (25/3/2024). Kalau lemahnya yen saat ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi yang mendasarinya.

"Peringatan ini menyoroti kekhawatiran atas depresiasi signifikan yen terhadap dolar AS," ucap Masato Kanda, berdasar laporan media lokal setempat.

Pasar Asia: Bank Sentral China Stabilkan Yuan

Indeks Nikkei 225 Jepang mundur dari puncak terbarunya dengan melemah 0,60 persen, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,77 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong mengawali dengan kenaikan 0,36 persen, sedangkan indeks CSI 300 daratan China turun 0,4 persen tepat pada pembukaan.

Baca Juga: Sederet Negara 'Terjerat' Utang China, Indonesia Belum?

Indeks Kospi Korea Selatan awalnya naik namun kemudian tergelincir 0,17 persen, mendekati level tertinggi dua tahun terakhir.

Sementara itu, Bank Sentral China menetapkan kurs tengah pada 7,0996 per dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,12 persen menjadi 104,30, setelah pekan lalu naik hampir 1 persen.

Meskipun kekuatan dolar sempat meredam minat pada emas, logam mulia ini menunjukkan tanda pemulihan dengan menyentuh $2.176 per ons setelah mencapai rekor tertinggi $2.217,79 pekan lalu. [*]

Baca Juga

Pertamina menargetkan Kilang Balikpapan beroperasi 2025 dan hasilkan 360 ribu barel minyak per hari. [Canva/LiniEkonomi]
Harga Minyak Dunia Tertekan Efek Ekonomi Tiongkok
LiniEkonomi.com - Pada peringatan ulang tahun ke-46 Pasar Modal Indonesia, Pasar obligasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan
Pasar Modal Indonesia Menyambut Ulang Tahun ke-46, Obligasi dan Sukuk Menguat
Ekonomi Indonesia Bisa Disrupsi Akibat Timur Tengah: Minyak dan LPG Bakal Langka?
Gawat! Ekonomi Indonesia Bisa Disrupsi Akibat Timur Tengah: Minyak dan LPG Bakal Langka?
Benua Afrika dan Amerika Latin Jalur Suplai Minyak Mentah Indonesia
Benua Afrika dan Amerika Latin Jalur Suplai Minyak Mentah Indonesia
RBC Capital Markets menurunkan peringkat Legal & General dari "outperform" menjadi "sector perform" karena pasar transfer risiko pensiun yang mulai kehilangan daya tarik.
RBC Turunkan Peringkat Legal & General (L&G), Pasar Tak Semerekah Dulu
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan
KEREN! Visa Siap Gebrak Pasar Saham 12 Bulan Depan