3 Gagasan Indonesia untuk Rencana Strategis ASEAN 2026-2030

Indonesia mengusulkan 3 gagasan penting dalam penyusunan Rencana Strategis ASEAN 2026-2030

Indonesia mengusulkan 3 gagasan penting dalam penyusunan Rencana Strategis ASEAN 2026-2030 [ekon.go.id]

LiniEkonomi.com - Indonesia mengusulkan tiga gagasan penting dalam penyusunan Rencana Strategis Pilar Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026-2030.

Ketiga gagasan penting tersebut meliputi mengatasi agenda ketahanan ASEAN dan koordinasi lintas pilar, revitalisasi sektor prioritas ASEAN, serta uji coba mekanisme koordinasi lintas pilar pada sektor terpilih yaitu transformasi digital dan teknologi.

Tutur Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, dalam pertemuan ke-45 Gugus Tugas ASEAN untuk Integrasi Ekonomi atau High-Level Task Force on ASEAN Economic Integration (HLTF-EI) di Vang Vieng, Laos, berlangsung 19-21 Februari 2024.

Deputi Edi menjelaskan bahwa tantangan ASEAN ke depan semakin kompleks mulai dari ketegangan geopolitik dan geoekonomi. Teknologi hijau, kecerdasan buatan, hingga perubahan iklim. Sementara sisi lain, banyak anggota ASEAN memiliki target pertumbuhan nasional yang tinggi.

"Untuk mencapai hal ini, kita perlu memiliki strategi untuk mengatasi gangguan di masa depan. Mengembangkan sektor dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan merangkul megatren seperti digitalisasi dan transisi hijau," ujar Edi.

Terkait gagasan ketahanan ASEAN dan koordinasi lintas pilar, Edi mengusulkan pembentukan platform bagi ketiga pilar ASEAN. Hal ini untuk berbagi pekerjaan dan rencana dalam mendukung ketahanan ASEAN. Berharap platform inidapat meningkatkan sinergi dan mengidentifikasi kolaborasi bersama.

Kemudian, untuk revitalisasi sektor prioritas ASEAN, Edi melihat peluang menghidupkan kembali kerja sama di sektor-sektor tertentu guna mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi lebih tinggi di kawasan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat, Tantangan 2024

Selanjutnya, mekanisme koordinasi lintas pilar ASEAN perlu uji coba terlebih dahulu pada sektor prioritas. Salah satunya transformasi digital dan teknologi, untuk melihat efektivitas dan efisiensinya. [*]

Baca Juga

El Savador memakai mata uang kripto (Bitcoin) sebagai alat pembayaran. Rupanya Bali, Indonesia juga memakai mata uang kripto untuk transaksi setiap pembelian barang jasa
Indonesia vs El Salvador: Kripto di Bali Gagal, Bitcoin di El Savador Bertahan?
Lini Ekonomi RI di Era Politik Tumbuh 5 Persen, Tantangan Depan Mata
Lini Ekonomi RI di Era Politik Tumbuh 5 Persen, Tantangan Depan Mata
Menkeu Sri Mulyani berjumpa dengan Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal The Oecd, saat kegiatan G20 di São Paulo. [smindrawati/liniekonomi]
Olah Energi Indonesia: Menteri Keuangan Sri Mulyani Ajak Presiden Bank Dunia
Cara Mendaftar eSIM Telkomsel
Daftar HP Pakai eSIM Telkomsel, Lengkap Cara Beli dan Aktivasi
LiniEkonomi.com - Polresta Soetta (Bandara Soekarno–Hatta) melakukan rekayasa arus balik Lebaran 2024. Mengingat Senin (15/4/2024) jumlah penumpang balik melonjak.
Polresta Soetta Lakukan Rekayasa Arus Balik Lebaran 2024
Arus balik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siaga. Polisi memprediksi pemudik arus balik lebaran Minggu (14/4/2024) mencapai 173.847 jiwa.
Arus Balik Lebaran Melonjak: Polresta Soetta Siaga di Sejumlah Terminal Bandara Soetta