Target 1 Juta Barel Minyak Semakin Dekat! Pertamina Hulu Energi Siap

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk berkontribusi sebesar 50-55 persen

Lapangan migas PT Pertamina Hulu Energi (PHE). [Dok Pertamina]

LiniEkonomi.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream Pertamina, menegaskan komitmennya untuk berkontribusi sebesar 50-55 persen.

Hal ini dalam upaya mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) pada tahun 2030.

Komitmen ini disampaikan di tengah perdebatan mengenai optimisme pencapaian target tersebut.

Direktur Utama PHE, Chalid, berharap penerapan teknologi chemical enhanced oil recovery (CEOR) di Blok Rokan dapat meningkatkan produksi minyak secara signifikan.

Meskipun produksi minyak nasional di tahun 2023 tidak mencapai target. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding hulu Pertamina, berhasil menunjukkan kinerja gemilang dengan menyumbang 68 persen dari total produksi.

Baca Juga: Pertamina Buka Lowongan Pekerjaan, Cek Syaratnya!

Artinya, PHE memproduksi 415 ribu barel per hari (MBOPD) dari total 606 MBOPD, menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di tengah tren produksi nasional yang menurun.

"Kami berkomitmen untuk mengupayakan semaksimal mungkin dalam menyokong 50-55 persen dari target produksi minyak nasional sebesar 1 juta BOPD pada tahun 2030," ujar Chalid.

Baca Juga: [Lowongan Baru] Jadi Bagian Tim Hebat Freeport Indonesia: Lamar Posisi Petugas Admin Kontraktor!

Pernyataan ini muncul dalam konteks pembahasan mengenai optimisme pencapaian target produksi minyak sebesar 1 juta BOPD pada tahun 2030, yang telah menjadi perdebatan sejak Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada tanggal 13 Maret lalu.

Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman menginginkan target lifting 1 juta BOPD tetap dipertahankan. Namun target produksi minyak 1 juta BOPD di 2030 perlu dikaji ulang berdasarkan kondisi dan tantangan yang dihadapi industri migas saat ini.

Menanggapi kritik tersebut, SKK Migas menegaskan bahwa target lifting 1 juta BOPD pada 2030 tidak berubah, kutip dari Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, di Jakarta, Senin (18/3). [*]

Baca Juga

Pertamina menargetkan Kilang Balikpapan beroperasi 2025 dan hasilkan 360 ribu barel minyak per hari. [Canva/LiniEkonomi]
Kilang Balikpapan: RDMP Terbesar Indonesia Beroperasi 2025
PT Pertamina Training & Consulting membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi, seperti Mechanical Engineer, Process Engineer, HSSE Operation Support, dan Customer Care. Cek persyaratan dan cara mendaftar!
Pertamina Buka Lowongan Pekerjaan, Cek Syaratnya!
BBM Satu Harga.
Komitmen BBM Satu Harga, Pertamina Telah Bangun 293 Penyalur di 112 Kabupaten
Plastik biasa kabarnya mampu menyimpan data penting kamu, termasuk dompet Bitcoin (Bitcoin Wallet), memakai teknologi holografik.
Plastik Biasa Mampu Menyimpan Data Rekening, Kok Bisa?
Studi terbaru kali ini tentang apakah mata uang kripto bisa jadi alat pembayaran yang sah? simak ulasan berikut tentang apakah mata uang digital menggantikan mata uang tunai.
Mata Uang Kripto Bisa Jadi Alat Pembayaran Sah?
Liniekonomi.com - Terbongkar sudah alasan Turki membatasi ekspor barang ke Israel. Selain alasan genosida, ternyata sebelumnya ada beberapa yang membuat Turkiye murka.
Ini Alasan Turki Batasi Ekspor ke Israel, Dituduh 'Pemain Ganda'