Mata Uang Kripto Bisa Jadi Alat Pembayaran Sah?

Studi terbaru kali ini tentang apakah mata uang kripto bisa jadi alat pembayaran yang sah? simak ulasan berikut tentang apakah mata uang digital menggantikan mata uang tunai.

Mengungkap Misteri di Balik Biaya Tinggi ETF Bitcoin Grayscale [AI/Kariadil Harefa]

LiniEkonomi.com - Studi terbaru kali ini tentang apakah mata uang kripto bisa jadi alat pembayaran yang sah? simak ulasan berikut tentang apakah mata uang digital menggantikan mata uang tunai.

Suatu penelitian menarik perhatian pembaca Liniekonomi.com terkait mata uang kripto, yang saat ini menjadi ketakutan di sejumlah negara. Lantaran selama ini masih memakai uang tunai sebagai alat belanja sehari-hari.

Seperti halnya yang terjadi di El Salvador, yang kini sudah mulai mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang digital untuk alat pembayaran apa pun,

kebijakan tersebut pemerintah El Salvador menetapkan kripto sebagai mata uang untuk setiap transaksi sejak 2021.

Kebijakan pemerintah Salvador yang secara resmi mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, termasuk utang dan pajak mengundang perhatian para peneliti ekonomi macro.

Baca Juga: Pasar Kripto: ETF Bitcoin Pecahkan Rekor Baru

Negara tersebut mengadopsi kripto sebagai mata uang transaksi bagi masyarakatnya, dengan menciptakan aplikasi Chivo Wallet.

Aplikasi tersebut berisi fitur memudahkan warga El-Salvador untuk berbelanja, serta dapat menukarkan Bitcoin ke mata uang dolar Amerika Serikat secara digital.

Keunikan itu menarik Fernando Alvarez dan rekannya melakukan penelitian terhadap pengaruh mata uang digital terhadap masyarakat, sebagai alat transaksi apa pun guna menggantikan mata uang kertas.

Survei Pengguna Chivo dan Kripto Bitcoin

Para peneliti ini pun melakukan survei terhadap masyarakat setempat dengan menyebarkan sebanyak 1.800 kuisioner. Mereka melakukan survei tersebut guna memastikan, apakah Bitcoin yang pemerintah adopsi sebagai alat transaksi jual-beli.

Penelitian tersebut bukan hanya warga saja, tetapi juga terhadap pemakaian aplikasi 'Dompet Chivo', dan hasilnya sangat mengejutkan. Para penulis mendapatkan penggunaan mata uang digital di negara tersebut terbilang rendah.

"Rupanya masyarakat masih suka dengan mata uang tunai guna melakukan transaksi," jelas Alvarez, kutip Liniekonomi.com, via scienceorg, Kamis (11/4/2024).

Masyarakat menurut Alvarez dan kawan-kawannya, masih sangat khawatir terkait keamanan dan privasi, serta transparansi penggunaan Bitcoin.

Beda halnya dengan masyarakat level atas, alias sudah kaya, melek keuangan atau yang memiliki akun perbankan. "Ini memang sangat kontras sekali, ketika pemerintah menerapkan kebijakan mata uang kripto Bitcoin sebagai alat transaksi," Fernando Alvarez member of the American Academy of Arts and Sciences, 2018.

Ia bahkan mengaku, kalau sangat kontras dengan hipotesis pemerintah yang menyatakan, bahwa Bitcoin atau penggunaan mata uang kripto membantu masyarakat miskin, dan atau tidak memiliki rekening bank.

Baca Juga: Apa Yang Dimaksud dengan Bitcoin Halving? Simak Ulasan Pakar Ini

"Ternyata sangat kontras sekali, bahkan warga Salvador masih percaya dan memanfaatkan uang tunai dan atau matau uang sah di negara tersebut," ungkapnya ke Liniekonomi.

Kesimpulannya, mata uang kripto bitcoin belum sepenuhnya jadi alat transaksi atau alat pembayaran secara luas. Sebab, mata uang kripto belum semuanya warga mengetahui dan memahaminya.

"Mengadopsi mata uang kripto sebagai alat pembayaran yang sah, kemungkinan besar akan gagal kecuali masyarakat sudah melek finansial dan sudah mempercayai mata uang digital," cakapnya. [*]

Disclaimer:
Semua keputusan investasi yang dibuat adalah tanggung jawab sepenuhnya dari pembaca. Kami menyarankan agar mempelajari dan menganalisis dengan cermat sebelum melakukan pembelian atau penjualan cryptocurrency. LiniEkonomi.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang kamu buat.

Baca Juga

Liniekonomi.com - Sebelumnya harga Bitcoin sempat bertahan, akan tetapi harga hari ini menukik sangat, selamat empat bulan terakhir. Bahkan, pada pekan lalu tepatnya Jumat kemarin harga Bitcoin benar-benar amblas.
Harga Bitcoin Hari Ini Amblas, Efek Jerman, Biden dan Saham
Liniekonomi.com - Harga Bitcoin masih terjebak dalam ketidakpastian, terombang-ambing antara kekhawatiran distribusi Mt Gox dan spekulasi suku bunga The Fed.
Harga Bitcoin Hari Ini: Bertahan di Tengah Bandar Mt Gox dan The Fed
Liniekonomi.com - Dunia teknologi blockchain kembali gempar dengan berita peluncuran XRPL Japan & Korea Fund oleh RippleX, cabang pengembangan Ripple.
Ripple: Jepang dan Korea Bakal Jadi Raja Blockchain, Inovasi Baru Asia
Liniekonomi.com - Harga Bitcoin masih terjebak dalam ketidakpastian, terombang-ambing antara kekhawatiran distribusi Mt Gox dan spekulasi suku bunga The Fed.
Kripto Hadir dengan Banyak Kejutan, Bagaimana Nasib Bitcoin Selanjutnya?
Sekuritas Filipina Kirim Surat ke Google dan Kanada Gugat Kripto Binance
Sekuritas Filipina Kirim Surat ke Google dan Kanada Gugat Kripto Binance
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat pada Sabtu malam setelah Iran melancarkan serangan terhadap Israel. Akibatnya, harga Bitcoin anjlok lebih dari 7% sebelum pulih sebagian.
Ketegangan Iran-Israel Picu Harga Bitcoin Terjun 4,6 Persen