Geliat UMKM di 2024: Peluang dan Tantangan Transformasi Digital

Survei terbaru menunjukkan pelaku UMKM optimistis prospek usaha 2024 baik meski ISB mengalami sedikit penurunan pada Q4 2023.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Padang, Sumatera Barat memijah kerupuk kulit sapi yang sudah kering untuk dipasarkan. [Kariadil Harefa/LiniEkonomi]

LiniEkonomi.com - Transformasi digital terus menggeliat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia memasuki tahun 2024.

Pelaku usaha memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan bisnisnya, di tengah tantangan yang harus dihadapi.

Digitalisasi Bisnis Jadi Tren Utama

Salah satu tren utama yang terus berkembang di kalangan UMKM adalah digitalisasi usaha. Para pelaku usaha memanfaatkan platform online untuk memperluas jangkauan pemasaran produk dan layanannya.

Langkah ini memungkinkan mereka bersaing secara lebih efektif dalam skala yang lebih luas.

"Pemanfaatan teknologi digital membantu kami menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya. Ini memperluas peluang bisnis kami," ungkap Siti Aminah, pemilik usaha kerajinan tangan di Yogyakarta.

Namun, masih ada UMKM yang menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi, seperti kurangnya pengetahuan, infrastruktur yang tidak memadai, dan biaya implementasi teknologi yang tinggi.

Dukungan pemerintah dan lembaga keuangan dalam penyediaan pelatihan, subsidi teknologi, dan akses ke pasar digital diperlukan.

Inovasi Produk Jadi Kunci Daya Saing

Tren lainnya adalah peningkatan investasi dalam inovasi produk. UMKM yang mampu menghadirkan produk atau layanan yang unik dan berbeda akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar.

Banyak pelaku usaha mulai fokus pada riset dan pengembangan produk baru, serta meningkatkan kualitas dan desain produk mereka.

"Inovasi produk menjadi kunci untuk tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Kami terus berupaya mengembangkan produk yang sesuai dengan tren dan selera konsumen," kata Andi Surya, pemilik usaha fesyen di Bandung.

Kendala utama adalah akses terhadap modal dan sumber daya untuk melakukan riset dan pengembangan. Dukungan finansial dari lembaga keuangan dan investor swasta sangat penting untuk mendorong inovasi UMKM.

Kemitraan dan Jaringan Bisnis Semakin Kuat

Tren kolaborasi dan kemitraan antara UMKM juga meningkat di awal 2024. Melalui kemitraan dengan UMKM lain atau perusahaan besar, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperoleh akses ke sumber daya yang lebih besar.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat, Tantangan 2024

"Bergabung dalam jaringan bisnis memberikan kami akses ke informasi, pelatihan, dan peluang kerjasama yang berharga," ungkap Pemilik Usaha Souvenir UMKM Pulau Nias, Yon Maduwu.

Namun, agar berhasil dalam kemitraan dan jaringan bisnis, UMKM perlu memiliki keterampilan manajemen yang baik dan komitmen untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Tantangan Keberlanjutan dan Regulasi

Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan sosial, banyak UMKM mulai memberikan perhatian lebih besar pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Namun, masih ada tantangan dalam menerapkan praktik-praktik ini secara efektif, seperti biaya tinggi untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan dan kesulitan dalam mengukur dampak sosial.

Perubahan dalam regulasi dan kebijakan pemerintah juga berdampak besar pada pertumbuhan UMKM. Kebijakan yang mendukung akses pendanaan, pelatihan kewirausahaan, dan penyediaan infrastruktur ekonomi yang lebih baik dapat mempercepat pertumbuhan UMKM.

Sisi lain, kebijakan yang mempersulit proses perizinan, birokrasi berlebihan, dan ketidakpastian politik dapat menjadi hambatan serius.

Baca Juga: Produk UMKM Ramaikan Etalse Sentra UMKM Apindo Makassar

Kesimpulan: UMKM di Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang di 2024 dengan memanfaatkan transformasi digital, inovasi produk, dan kemitraan bisnis.

Namun, menggeliatkan UMKM, ada tantangan seperti akses modal, keberlanjutan, dan regulasi harus diatasi dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. [*]

Sumber Artikel : LiniEkonomi

Baca Juga

Telkomsel, raksasa telekomunikasi digital Indonesia, melalui Telkomsel Ventures menyuntik modal dana startup AI data-sentris, Tictag.
Telkomsel Ventures Suntik Modal Startup AI Tictag, Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Indonesia dan Asia
LiniEkonomi.com, Jakarta - Berikut ini kami akan berikan tips belanja mobil lokal, agar kamu jangan sampai tertipu. Pada artikel berikut akan mengulas tentang pertimbangan, baik saat membeli kendaraan.
Tips Belanja Mobil Secara Lokal Jangan Sampai Tertipu
Ancaman Baru di Amazon: Dua Virus yang Dibawa Nyamuk Ditemukan Beredar Bersamaan
WASPADA! Dua Virus Asal Nyamuk Sudah Beredar di Amazon
LiniEkonomi.com - Belum lama ini, OJK mengaku telah memblokir 5 ribu rekening kegiatan judi online.
Judi Online: Jeratan Digital yang Menggila, Enaknya 10 Menit
Bandar Terancam Blacklist, OJK Berantas Judi Online: Blokir 7.000 Rekening Bank
Bandar Terancam, OJK Blokir 7.000 Rekening Judi Online
Mengapa Bank Syariah Melakukan Merger?
Mengapa Bank Syariah Melakukan Merger?