Cukai Naik Bikin Rokok Murah Berjamuran di Kedai Nias

LiniEkonomi.com - Optimalisasi pendapatan negara, dengan menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) menurut sebagian belum tentu dapat menekan rokol murah.

Puntung rokok dalam Asbak. [Canva/Ilustrasi]

LiniEkonomi.com - Optimalisasi pendapatan negara, dengan menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) menurut sebagian belum tentu dapat menekan rokok murah.

Kini dengan cukai naik, bikin rokok murah berjamuran di sejumlah kedai di Pulau Nias, Sumatera Utara. Termasuk di Kota Gunungsitoli, yang kini warga suka mengonsumsi rokoh murah walau itu kadang ada yang ilegal.

Upaya pemerintah menekan konsumsi rokok hingga 2024 belum mampu terealisasi. Kebijakan pemerintah dengan menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau, ternyata berefek pada turunnya pendapatan negara atas penerimaan CHT.

"Rendahnya serapan pendapatan negara dari cukai rokok dengan menerbitkan kebijakan, itu merupakan konsekuensi," kata Direktur Riset The Socio-Economic & Educational Business Institute
(SEEBI), Haryo Kuncoro.

Ia menilai ada pergerseran konsumsi terhadap tembakau yang sedang dalam pusaran kenaikan tarif CHT secara agresif.

Itu menurut Haryo Kuncoro salah satu persoalan baru, sehingga masyarakat menjangkau harga tembakau rokok ke yang lebih murah maupun ilegal.

Saat ini harga rokok dengan cukai rendah maupun ilegal terdapat di sejumlah kedai di Pulau Nias, Sumatera Utara (Sumut).

Beragam rokok murah kadan ilegal berjamur di sejumlah kedai, kadang penjualan pun sembunyi-sembunyi. Karena khawatir terhadap petugas yang datang tiba-tiba untuk melakukan razia.

Konsumsi rokok tembakau murah atau ilegal sekali pun, bukan saja karena faktor cukai naik. Melainkan, rendahnay pendapatan masyarakat sejak 2023-2024.

"Ya, selain murah juga terjangkau secara ekonomis," kata Ucok, saat hendak melaut, Selasa (23/04/2024) pagi.

Katanya lagi, ketidakmampuan menjangkau rokok dengan label tarif cukai tinggi juga karena pendapatan.

"Ekonomi juga salah satu faktor, sehingga saya pun bergeser untuk mengonsumsi rokok murah. Harganya pun dapat kami jangkau," terangnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 10 persen pada 2023 maupun 2024.

Keputusan tersebut berlangsung pada 3 November 2022 di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat rapat mengatakan, kenaikan tarif tak cuma berlaku pada CHT. Tapi termasuk pada hasil tembakau lainnya dan rokok elektrik.

"Hari ini kami putuskan untuk meningkatkan cukai rokok elektrik, rata-rata 15 persen adapun untuk produk hasil pengolahan hasil tembakau sebesar 6 persen," ungkapnya kutip LiniEkonomi pada laporan Kementerian Sekretariat Negara RI.

Baca Juga: Beli Rumah! Yuk Simak Tipsnya Biar Bebas Pajak

Tarif Cukai Beda-Beda

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa penetapan kenaikan tarif cukai hasil tembakau berbeda-beda.

"10 persen untuk golongan sigaret kretek mesin, sementara sigaret kretek pangan atau SKP I, II maupun tiga naik 5 persen. Sedangkan untuk sigaret putih mesin 11 atau 12 persen," terangnya.

Alasan pemerintah Indonesia menaikan tarif cukai untuk mengendalikan konsumsi atau produksi rokok.

"Konsumsi rokok jadi utama pada konsumsi kebutuhan rumah tangga, dan itu berada pada posisi kedua setelah beras," tutupnya. [*]

Baca Juga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (8/3/2024) dengan peluang menguji level resistance di 7.403, setelah menguat 0,6% pada Kamis kemarin.
IHSG Terpuruk di Zona Merah, Pelaku Pasar Lakukan Aksi Ambil Untung
Harga Emas Terus Melesat! Saatnya Panen Cuan dengan 3 Strategi Jitu IniInvestasi Emas Menggiurkan di 2024: 3 Tips Jitu Raih Keuntungan
Turun Lagi! Harga Emas Hari Ini (24 April 2024), Cek Biar Ngak Apa Kali
LiniEkonomi.com - Ingin kembangkan usaha, cuma pakai BPKB kendaraan, motor atau mobil. Langsung cair via WOM Finance.
Cuma BPKB Langsung Cair via WOM Finance, Ini Aplikasinya
LiniEkonomi.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore, 26 April 2024, ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Berikut Ini Rekomendasi Saham di Tengah Badai Volatilitas IHSG
LiniEkonomi.com - Badai volatilitas membuat IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan, Selasa (16/4/2024).
Volatilitas Memukul IHSG: Ini Faktor Dibalik Anjloknya Indeks Saham Indonesia
Rupiah Tembus Rp 16.250 Per Dolar AS Bikin UMKM Ambruk ?
Rupiah Tertekan Inflasi dan Tenaga Kerja AS, Peluang The Fed Tahan Suku Bunga