BREAKING NEWS! Juli Besok Harga BBM Naik Katanya

BBM Satu Harga. BREAKING NEWS! Juli Besok Harga BBM Naik Katanya

BBM Satu Harga. [Canva]

Liniekonomi.com - Harga BBM menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Di tengah kondisi ekonomi yang masih merangkak naik. Muncul pertanyaan besar: Apakah harga BBM perlu dinaikkan?

Pemerintah saat ini berada pada dua pilihan sulit. Di satu sisi, menahan harga BBM bisa membantu daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas inflasi.

Sisi lain, menahan harga bahan bakar minyak terus menerus membebani fiskal negara dan berpotensi memicu defisit anggaran yang lebih besar.

Antara Tahan Harga dan Tekanan Fiskal

Tekanan Fiskal yang Semakin Berat

Harga minyak mentah dunia yang terus melambung, plus dengan pelemahan nilai tukar rupiah, membuat subsidi bahan bakar semakin membengkak. Anggaran negara yang sudah tipis semakin terbebani.

"Ruang fiskal APBN sudah berada pada posisi yang cukup berat dan butuh penyesuaian," ungkap Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, melansir perbincangan via detikcom, Kamis (27/6/2024).

Menurutnya kenaikan harga BBM, menurutnya, bisa menjadi solusi untuk meringankan beban fiskal dan menjaga kesehatan anggaran negara.

Menahan Minyak: Risiko Inflasi dan Daya Beli

Sisi lain, pengamat ekonomi energi Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan bahwa kenaikan harga bisa memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. Hal ini bisa memperparah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.

Fahmy menyarankan agar pemerintah fokus menahan harga BBM subsidi dan mempertimbangkan untuk menaikkan harga non subsidi.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk mencari solusi kreatif lain untuk meringankan beban fiskal tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat.

Keputusan yang Krusial

Pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait harga.

Keputusan yang tepat harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, stabilitas inflasi, dan kesehatan anggaran negara.

Masyarakat perlu memahami situasi yang pemerintah hadapi dan bersiap diri dengan berbagai kemungkinan.

Penting untuk selalu bijak dalam menggunakan Bahan Bakar Minyak dan mencari alternatif transportasi yang lebih hemat.

Masa Depan yang Tak Pasti

Masih belum pasti kapan dan apakah pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar. Keputusan akhir akan bergantung pada berbagai faktor dan pertimbangan yang matang.

Yang pasti, situasi ini menjadi pengingat bahwa energi adalah sumber daya yang berharga dan perlu pengelolaan dengan bijak.

Baca Juga: Komitmen BBM Satu Harga, Pertamina Telah Bangun 293 Penyalur di 112 Kabupaten

Kita semua harus bekerja sama untuk mencari solusi terbaik yang dapat menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat. [*]

Baca Juga

Pertamina menargetkan Kilang Balikpapan beroperasi 2025 dan hasilkan 360 ribu barel minyak per hari. [Canva/LiniEkonomi]
Harga Minyak Dunia Tertekan Efek Ekonomi Tiongkok
Telkomsel, raksasa telekomunikasi digital Indonesia, melalui Telkomsel Ventures menyuntik modal dana startup AI data-sentris, Tictag.
Telkomsel Ventures Suntik Modal Startup AI Tictag, Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Indonesia dan Asia
LiniEkonomi.com - Pada peringatan ulang tahun ke-46 Pasar Modal Indonesia, Pasar obligasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan
Pasar Saham AS Menghijau, Saham Lexeo Therapeutics Anjlok 24 Persen
LiniEkonomi.com, Pakistan - Kekayaan intelektual (KI) menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Ketua IPO-Pakistan Farukh Amil dan Duta Besar (purn) Qazi M Khalilullah, Direktur Eksekutif Pusat Studi Strategis Internasional Sindh (CISSS).
Kekayaan Intelektual: Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Nasional
Hidrogen biru dan hijau menawarkan solusi untuk energi bersih di masa depan
Hidrogen Biru dan Hijau: Solusi Masa Depan untuk Energi Bersih?
Mint Beauty Shop Buka Lowongan Kerja: Posisi Staf Administrasi
Mint Beauty Shop Buka Lowongan Kerja: Posisi Staf Administrasi