Hong Leong Finance Anjlok 28,7 Persen di FY2023

Hong Leong Finance mencatat penurunan laba bersih sebesar 28,7% menjadi S$93,4 juta pada tahun fiskal 2023 yang berakhir 31 Desember 2022.

HLF mencatat penurunan laba bersih sebesar 28,7% menjadi S$93,4 juta pada tahun 2023 . [Linkedin]

LiniEkonomi.ocm - Hong Leong Finance, perusahaan jasa keuangan asal Singapura, abjlok dengan laba bersih sebesar 28,7 persen [%] menjadi S$93,4 juta pada tahun fiskal 2023 yang berakhir 31 Desember 2022.

Angka ini lebih rendah dibandingkan laba bersih sebesar S$130,9 juta yang tercatat oleh perusahaan pada tahun fiskal sebelumnya.

Menurut laporan The Edge Singapore, turunnya laba bersih Hong Leong Finance, pemicunya lantaran berkurangnya pendapatan bunga bersih sebesar 16,5 persen (S$202,2 juta).

Anjloknya lantaran pengaruh akan menyusutnya marjin bunga bersih menjadi 1,5% sepanjang tahun fiskal 2023.

Selain itu, pendapatan provisi dan komisi juga anjlok tajam 39,2% bila membandingkan tahun sebelumnya menjadi S$10,0 juta di FY2023.

Anjloknya lagi berasal dari melemahnya aktivitas pembiayaan properti di pasar keuangan.

Sisi pengeluaran, biaya staf Hong Leong Finance naik 9,6 persen [%] bila membandingkan tahun sebelumnya menjadi S$80,5 juta sepanjang periode setahun penuh.

Kenaikan itu terutama atas sorongan naiknya gaji tahunan dan investasi sumber daya untuk mempercepat inisiatif transformasi digital utama serta meningkatkan fungsi kepatuhan dan manajemen risiko perusahaan.

Sementara itu, beban operasional lainnya turun 3,8% menjadi S$16,9 juta pada FY2023 berkat pengendalian transaksi dan beban pemasaran yang baik.

Dalam hal pengelolaan pinjaman, terdapat pembalikan bersih sebesar S$4,6 juta untuk pinjaman dan aset keuangan lainnya selama FY2023. Penyebabnya karena berkurangnya cadangan untuk pinjaman non-bermasalah kredit dari parameter risiko terbaru.

Hong Leong Finance menyatakan optimisme hati-hati menyongsong lansekap ekonomi Singapura ke depan. Kwek Leng Beng selaku Chairman menyatakan pihaknya akan terus berupaya memanfaatkan peluang strategis dan menerapkan kehati-hatian keuangan, serta praktik tata kelola yang kuat.

Ia juga menjelaskan rencana perusahaan ke depan untuk meningkatkan layanan digital guna meningkatkan pengalaman nasabah.

Dengan pendekatan omni-channel yang terintegrasi. Nasabah dapat menikmati kemudahan transaksi keuangan selama 24 jam bersama layanan cabang dan relationship manager yang ada. [*]

Baca Juga: Bitcoin Bangkit Kembali: Investor Raih Untung di Akhir Pekan

LiniEkonomi.com | situs berita ekonomi dan bisnis digital terkini, menyajikan informasi terbaru seputar perkembangan ekonomi, keuangan, investasi dan bisnis. lengkap di Google News.

Baca Juga

LiniEkonomi.com- PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia( Akseleran), salah satu perusahaan fintech peer- to- peer( P2P) lending terkemuka, berhasil membukukan laba pada kuartal pertama 2024.
Fintech P2P Akseleran Berjaya! Raih Laba 2024
LiniEkonomi.Mengambil pinjaman baru untuk melunasi utang dapat menjadi pilihan terakhir. Simak panduan bijak agar tindakan ini tidak memperburuk kondisi finansial kamu.
Rahasia Ambil Pinjaman Baru, Utang Tak Lagi Jadi Beban
Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang baru.
BI - Bank Resmikan Layanan Tukar Uang, Kuota Harian 5.000
Request Finance mengakuisisi Consola Finance [Request Finance]
Akuisisi Consola Finance: Request Finance Jagoan Baru Kripto dan Fiat!
LiniEkonomi.com -- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp7 triliun
Adira Finance Gaspol Awal Tahun! Cetak Rp7 Triliun Lewat Mobil
LiniEkonomi.com - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Dosnitahi Pinangsori terus berupaya memperluas jangkauan layanannya di wilayah Kepulauan Nias.
Noveli Lase: Koperasi CU Dosnitahi Pinangsori Perluas Jangkauan di Kepulauan Nias