Fotokopi KTP Tak Lagi Diperlukan, Ini Alasannya

Fotokopi KTP Tak Lagi Diperlukan, Ini Alasannya

Ilustrasi Fotokopi [Net]

LiniEkonomi.com - Masyarakat Indonesia memasuki era baru identitas digital. Mulai Oktober 2024, fotokopi KTP tak lagi diperlukan untuk mengakses berbagai layanan.

Pemerintah menggantinya dengan Digital ID yang terintegrasi. Cahyono Tri Birowo, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan SPBE Kementerian PAN-RB menyatakan, "Pemerintah tidak lagi akan meminta masyarakat untuk mengisi KTP dan NIK.", kutip CNBC, Jumat kemarin.

Keuntungan Digital ID:

  1. Masyarakat tak perlu menunjukkan fotokopi KTP saat menggunakan layanan tertentu.

2. Penyedia layanan dapat mengecek identitas dengan data yang direkam pemerintah.

3. Mempermudah masyarakat yang tidak hafal nomor KTP, cukup mencocokkan data biometrik.

4. Menghilangkan replikasi data tiap instansi.

5. Data semua warga tersedia di Dukcapil dan dapat bisa untuk berbagai keperluan tanpa mengisi formulir berulang kali.

Pusat Data Nasional (PDN):

Pemerintah tengah menyiapkan PDN yang mengintegrasikan semua data dan aplikasi dari berbagai lembaga pemerintahan. Integrasi data ini mendukung penggunaan Digital ID dan memudahkan akses layanan publik.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan konsolidasi dat secara bertahap pengerjaannya, setelah pembangunan PDN selesai.

Peraturan Menteri Kominfo

Pemerintah merumuskan Peraturan Menteri Kominfo tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Yang mencakup lingkup publik mengatur tata kelola klasifikasi data.

Baca Juga: Telkomsel Dorong Ekonomi Digital Indonesia dengan AppWorks

"Hanya saja belum final. Masih proses ya." Terang Budi.

Integrasi data ini mendapat dukungan Peraturan Menteri Kominfo. [*]

Baca Juga

LiniEkonomi.com - Ingin kembangkan usaha, cuma pakai BPKB kendaraan, motor atau mobil. Langsung cair via WOM Finance.
Cuma BPKB Langsung Cair via WOM Finance, Ini Aplikasinya
Simak panduan lengkap cara membuka rekening saham dengan mudah untuk memulai investasi saham Anda sebagai investor pemula.
Berikut Ini Rekomendasi Saham di Tengah Badai Volatilitas IHSG
LiniEkonomi.com - Badai volatilitas membuat IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan, Selasa (16/4/2024).
Volatilitas Memukul IHSG: Ini Faktor Dibalik Anjloknya Indeks Saham Indonesia
Rupiah Tembus Rp 16.250 Per Dolar AS Bikin UMKM Ambruk ?
Rupiah Tertekan Inflasi dan Tenaga Kerja AS, Peluang The Fed Tahan Suku Bunga
Investor sedang memata-matai pergerakan The Fed, bertindak awal memangkas suku buga sebelum Bank Sentra Eropa
Investor Mata-Matai Pergerakan The Fed Sebelum Bank Sentral Eropa Bertindak
LiniEkonomi.com - OJK (Otoritas Jasa Keuangan) jangkau lebih dari tiga juta orang, saat kampanye Keuangan Syariah, dua hari lalu.
OJK Kampanye Keuangan Syariah, Disambut Pantun Netizen